Cuaca masih pagi, jam menunjukkan pukul 06.15 WIB. Stadion Mandala Krida Yogyakarta terlihat ramai dan sibuk, rupanya pagi ini terdapat pemberangkatan siswa SMK yang mengikuti acara Pramuka menggunakan lebih dari lima bus. Di salah satu area masuk stadion, tampak sekitar 40 orang sedang melakukan pemanasan. Meskipun sebagian besar merupakan senior, semuanya tampak semangat mengikuti gerakan “eyang hebring” yang dengan luwes dan semangat memimpin pemanasan. Pemanasan selesai, waktunya memulai latihan. Kami mengambil tongkat dan berbaris, siap berjalan nordik bersama-sama.

Apakah jalan nordik atau nordic walking itu? Secara sederhana, digambarkan jalan nordik adalah aktivitas berjalan yang menggunakan tongkat, menyerupai teknik berjalan dalam ski lintas alam tanpa salju. Olahraga ini dikembangkan di Skandinavia dan mulai dikenal di Eropa Tengah sekitar 20 tahun yang lalu. Di Indonesia, jalan nordik mulai digemari sejak 2018 dan semakin populer setelah terbentuknya Komunitas Jalan Nordik Indonesia pada 23 April 2019. Saat ini, jalan nordik menarik banyak peminat di Indonesia, termasuk di Yogyakarta. Setiap Selasa pagi, kelompok PAMS Nordic melakukan latihan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.
Berkembangnya olahraga ini mematahkan asumsi bahwa tongkat hanya digunakan untuk orang cacat. Ternyata, penelitian menunjukkan aktivitas jalan nordik mempunyai banyak manfaat kesehatan. Jalan nordik dikatakan dapat membakar hingga 18% lebih banyak kalori dibandingkan dengan berjalan biasa. Bahkan diindikasikan bahwa orang dengan kelebihan berat badan dapat lebih cepat menurunkan berat badan dengan jalan nordik dibandingkan dengan berjalan biasa. Walaupun tidak seintens berlari, jalan nordik menawarkan alternatif olahraga ringan yang efektif atau cara untuk meningkatkan manfaat dari jalan kaki rutin.
Menggunakan tongkat dalam berjalan membantu mendistribusikan berat badan melalui lengan dan dada, mengurangi ketegangan pada punggung, lutut, dan pinggul. Dengan demikian, Â diharapkan jalan Nordik dapat mengurangi nyeri punggung bagian bawah dan benturan pada lutut. Selain itu, jalan nordik melibatkan lebih banyak otot inti, termasuk otot perut dan punggung, dibandingkan berjalan biasa. Peningkatan penggunaan otot ini dapat memperbaiki postur tubuh, keseimbangan, dan kemampuan bergerak. Otot inti yang lebih kuat juga membantu menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko cedera. Namun, hasil pada setiap individu dapat beragam. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum mencoba olaharaga ini, dan segera berhenti jika rasa sakit berlanjut.
Risiko tersandung dan jatuh meningkat seiring bertambahnya usia, akibat penurunan kekuatan otot, masalah keseimbangan, dan perubahan cara berjalan. Jalan nordik membantu meningkatkan keseimbangan dengan penggunaan tongkat yang sinkron dengan langkah kaki. Mungkin inilah yang menjadi motivasi banyak lansia tertarik mengikuti jalan nordik.
Dengan manfaat kesehatan fisik dan keseimbangan, jalan nordik dapat menjadi pilihan olahraga yang efektif dan menyenangkan, terutama bagi mereka yang mencari alternatif ringan tetapi bermanfaat dari jalan kaki biasa.

Salam Nordicers!
Sehat-Bugar-Selaras.
Yogyakarta, 12 Juni 2024
Terima kasih untuk wawasan tentang berjalan Nordik Bu Riana.
Mantap sekali…menambah wawasan tentang Jalan Nordik…
Jalan Nordik yang luar biasa
Keren sekali semangat para nordikers
Mantap Bunda Dokter Riana, keren banget ulasannya. Salam Nordicers penuh semangat
Keren